Model Kemitraan Pemberdayaan Masyarakat Adat Marind dalam Pengembangan Ekonomi Pesisir Berkelanjutan di Papua Selatan

Authors

  • Yuldiana Zesa Azis Universitas Musamus, Indonesia
  • Emiliana B. Rahail Universitas Musamus, Indonesia
  • Nasri Wijaya Universitas Musamus, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35335/lebah.v19i3.507

Keywords:

Digitalisasi, Kelembagaan, Kemitraan, Partisipasi, Pemberdayaan

Abstract

Artikel ini menganalisis model kemitraan pemberdayaan masyarakat adat Marind dalam pengembangan ekonomi pesisir berkelanjutan di Papua Selatan melalui kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM). Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat pesisir adalah lemahnya kapasitas digital, keterbatasan kelembagaan ekonomi, serta pendekatan pembangunan yang belum sepenuhnya menempatkan masyarakat adat sebagai subjek utama. Penelitian ini menggunakan pendekatan partisipatif kolaboratif dengan mitra Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Tubatub Tak di Kampung Matara, Kabupaten Merauke. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas digital masyarakat sebesar 72%, peningkatan pemahaman hukum kelembagaan sebesar 65%, serta penguatan partisipasi komunitas dalam pengelolaan ekonomi pesisir. Luaran utama berupa website komunitas dan pembentukan badan usaha berbasis komunitas memperkuat posisi tawar masyarakat adat. Artikel ini merumuskan model kemitraan kolaboratif berbasis kearifan lokal sebagai kerangka konseptual pembangunan ekonomi pesisir yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan

References

Astuti, S. J. W., Endarti, E. W., & Panglipursari, D. L. (2023). Capacity Building Model—Penguatan Kapasitas Desa Berbasis Nilai Kearifan Lokal (1 ed.). Penerbit KYTA (Anggota IKAPI).

Barri, M. F., Forest Watch Indonesia, & Sajogyo Institute (Ed.). (2019). Papua bioregion: The forest and its people: the result of baseline study about forest and people in Papua bioregion. Forest Watch Indonesia.

Berkes, F. (2017). Sacred Ecology (4 ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315114644

Chambers, R. (1995). Poverty and livelihoods: Whose reality counts? Environment and Urbanization, 7(1), 173–204. https://doi.org/10.1177/095624789500700106

Friedmann, J. (1992). Empowerment: The politics of alternative development. Blackwell.

Ishomuddin, Sunaryo, S., Pratiwi, C. S., Purnamawati, S. A., Kurniawan, K., Alam, S., Hardayanti, W., Galuh, S., Permatasari, O., & Wahid, D. N. (2022). Reviu Kebijakan Kemitraan: Kajian Masyarakat Hukum Adat Indonesia dan Strategi Kebijakan Untuk Penguatan dan Perlindungan Hukumnya. Kementerian Luar Negeri. https://www.researchgate.net/doi/10.13140/RG.2.2.31956.21126

Kempen, L. V. (2014). Mansuri, Ghazala and Rao, Vijayendra: Localizing development. Does participation work? Journal of Economics, 112(2), 201–205. https://doi.org/10.1007/s00712-014-0394-4

Ngafifi, M. (2014). Kemajuan Teknologi Dan Pola Hidup Manusia Dalam Perspektif Sosial Budaya. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi, 2(1), 33–47.

Poerwanto, W. (2025). Reorientasi Kebijakan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pembangunan Kelautan dan Perikanan Berkelanjutan. Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 15(2), 167–186. http://dx.doi.org10.15578

Pretty, J. N. (1995). Participatory learning for sustainable agriculture. World Development, 23(8), 1247–1263. https://doi.org/10.1016/0305-750X(95)00046-F

Purwaningsih, E., Fathurahman, M., & Basrowi. (2025). Tingkat Kesadaran Hukum Masyarakat Dan Kesiapan Teknologi Dalam Pembangunan Inklusif Desa Kadubelang Pandeglang. ADIL: Jurnal Hukum, 16(2), 157–191.

Purwanto, E., & Mulyaningsih, H. (2024). Agensi Kelembagaan Modal Sosial Dalam Tata Kelola Wisata Bahari di Pantai Martajasah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Indonesian Journal of Tourism and Leisure, 5(2), 107–122. https://doi.org/10.36256/ijtl.v5i2.408

Putranto, A., Nurfaiza, U., Mulabbi, A., & Jani, J. (2025). Potensi Hasil Perikanan Tangkap Dan Sumber Daya Lingkungan Di Wilayah Pesisir Untuk Pengembangan Destinasi Pariwisata Di Pacitan, Jawa Timur. Social Landscape Journal, 6(2), 74. https://doi.org/10.56680/slj.v6i2.74685

Rahprianga, D., Imamulhadi, & Wahjuni, S. (2024). Perlindungan Masyarakat Adat Terkait Reklamasi Pantai: Perspektive Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. UNES Law Review, 6(4), 10839–10845. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i4

S, A. Z. (2024). Kelompok Harapan Papua Baru: Meningkatkan Ekonomi Lokal melalui Inovasi Pengolahan Ikan. CENDERAWASIH: Jurnal Antropologi Papua, 5(2), 91–105.

Sobari, H. (2015). Filsafat Manusia Suku Marind Anim dalam Mitos Dema. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Downloads

Published

2026-01-06